Thursday, 15 December 2016

Warung Wifi Sarana Educatif

Kehadiran Teknologi android di tengah-tengah masyarakat di era abad saat ini membawa dampak yang cukup masif di semua kalangan. Tak terkecuali para penyaji kopi yang banyak kita jumpai di warung-warung. Salah satu produk teknologi yang digunakan para usahawan warung adalah wifi. Dengan menggunakan fasilitas wifi sebagai sarana untuk menggaet pelanggan. Free wifi di jadikan umpan agar para penikmat kopiker selain menikmati kopi mereka juga mendapatkan fasilitas plus berupa browsing gratis. Cara untuk mendapatkan browsing secara gratis, mereka cukup membeli secangkir kopi dan penyaji akan memberikan paswoard (kunci) untuk melogin wifinya.
Di kota saya tepatnya di kabupaten Jember, warung wifi tidak hanya berada di pinggiran kota melainkan menjalar ke pinggiran kota kecamatan. Hampir setiap kecamatan di Jember saat ini ada warung Wifi. Di Ditambah lagi di dekat kampus-kampus seperti IAIN.  Warung wifi telah menjadi trend tersendiri. Bayangkan saja hampir setiap waktu, bahkan larut malam sekalipun warung wifi tidak pernah sepi seperti yang terjadi di Jubung dekat kampus IAIN Jember, tempat menjamurnya warung wifi.
Menjamurnya warung wifi saat ini memang telah mengubah pola warung konservatif ke arah yang lebih inovatif. Hal tersebut mereka lakukan semata-mata untuk menyelamatkan sepinya pelanggan . warung Free wifi dahulu yang di anggap biasa saja,saat ini telah menjadi Trend tersendiri di kalangan ada muda, bahkan Tua yang suka nongkrong terutama mereka-mereka yang memiliki gadget. Dengan fasilitas wifi mereka dapat browsing sepuasnya, namun disis lain warung wifi juga berdampak kurang baik sebab. mereka yang sering melakukan browsing lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya. Berjam-jam mereka habiskan, sehingga mengurangi interaksitas sosial mereka secara fisik atau face to face. Selain itu kreativitas mereka tidak bertambah meningkat malah menurunkan sisi kreativitas sosial mereka sebab mereka seolah-olah hidup di dunia maya. Untuk itu perlu antisipasi dan dekontruksi diri sehingga kita tidak terjebak ke arah " Pecandu Browsing". yang berlebihan. Dan lebih baik lagi tidak menghilangkan nilai kultural warung seperti ngbrol breng, diskusi breng. Jadiknlah warung wifi sebagai sarana dimana pengetahuan yang kita punya dapat kita diskusikan dengan teman obrolan sekaligus memanfaatkan sarana wifi untuk membrowsing pengetahuan-pengetahuan yang uptudate sekaligus ditemani secangkir kopi penyejuk rasa. dan dengan fasilitas wifi kita juga dapat menulis hasil diskusi kecil-kecilan seputar permasalan saat ini. Baik dengan cara di mengupload di blog, Fb, twitter dan lain sebagainya. Dengan demikian warung wifi tidak hanya dijadikan sebagai tempat pelampiasan kesenangan semata melainkan sebagai sarana yang lebih edukatif.

No comments:

Post a Comment