Friday, 16 December 2016

"Proses itu Melelahkan, Tapi Manis Kemudian"

Bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian, pepatah tersebut tidak asing lagi di telinga kita. Sebab sering kali kita dengar dari ucapan orang-orang bahkan ada juga yang sampai mengabdikannya di dinding. Pepatah tersebut memiliki arti bahwa " Untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan seseorang harus berusaha sekeras tenaga bahkan sekalipun pekerjaan itu menyakitkan bagi dirinya namun pada akhirnya kesenangan yang ia akan dapatkan". Jika ditafsirkan secara singkat pepatah tersebut memilki makna yang sangat mendalam, yakni berproses untuk mendapatkan sesuatu memang sakit tapi indah pada akhirnya. Namun tidak semua orang menyadari bahkan sebagian besar dari kita kurang menghayati. Tentang pentingnya sebuah proses atau bahasa anak sekarang "otwe" hidup untuk menemukan  identitas diri. Kebanyakan dari kita cenderung ingin sesuatu yang cepat. Tanpa harus ada jembatan panjang yang memanjakan waktu, tanpa harus ada sakit, usaha, keringat, dan lelah. Yang difikirkan hanya bagaimana harus serba cepat, instan, gesit dan kalau perlu hadir didepan mata selayaknya jin yang langsung memberikan 3 permintaan cepat, cukup bimsalabin ada.
Namun hal tersebut tidak mungkin terjadi karena kita hidup bukan didunia film, tapi didunia "nyata" dimana untuk mendapatkan segala sesuatu harus melalui proses. Orang sekaya Bill Gate saat ini tidak lahir dari rahim hartawan tapi berangkat dari perjuangan keras, orang seterkenal Tomas Edision butuh 990 kali gagal untuk menemukan sebuah teori yang mampu dirasakan oleh dunia, Orang secerdas Agus Salim tidak akan bisa berbisa 7 bahasa negara kalau ia tidak belajar. Orang seulung Sukarno orasi tidak akan mampu menggetarkan rakyatnya kalau tidak pernah belajar kepada Tjokroaminot. Nah, jadi jangan pernah kita bermimpi untuk untuk mendapatkan sesuatu tapi proses, hanya mimpi disaat tidur itu ada. cobak kita ambil contoh mie instan, untuk memakannya saja kita perlu api, air dan perlu adukan apalagi impian besar kita butuh gesekan hidup dan perjalanan panjang yang penuh liku-liku.

Pare, 16 Des.2016 In Imnessty Boarding Houses

No comments:

Post a Comment