Monday, 19 December 2016

"Ketersediaan Pangan masih jauh"

Sebagai bangsa yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang luas. Indonesia patut bersyukur sebab, dengan kekayaan sumber daya alam yang ada. indonesia mempunyai potensi menjadi negara super power dunia. Bayangkan saja daratan yang menghampar dari titik barat pulau sabang sampai di ujung timur meraeke terbujur subur.
Luas daratan yang dimiliki indonesia jika dibandingkan dengan negri jiran (tetangga) semisal saja Malaysia. Lebih dari 10 atau lebih luas. Belum lagi luas lautan yang dimiliki indonesia. Maka tidak salah memang indonesia di juluki negeri agraris (pertanian) dan negeri Matirim (lautan).
             Melihat dari begitu luasnya indonesia secara logika sederhana indonesia pasti mampu mencukupi kebutuhan dalam maupun menyokong negara tetangga. Hal tersebut pernah dibuktikan indonesia ketika era 80-an. Indonesia di anugerahi oleh organisasi pangan dunia PBB, sebagai negara yang memiliki swasembada pangan.
        Namun peringkat yang begitu membanggakan tersebut tidak lama disandang oleh bangsa ini. Sebab, saat ini indonesia masih gagal dalam membereskan ketersediaan pangan alias memberi makan rakyat. Bahkan saat ini menurut data statistik dunia. Indonesia menenmpati urutan ke-71. Jauh di bawah negeri jiran malaysia, thailand, singapura.
         Padahal jika dibandingkan dengan indonesia. Negara-negara tersebut dikategorikan tidak terlalu luas wilayahnya. Semisal saja Singapura negara yang hanya seluas kabupaten aceh tengah tersebut. Tampil sebagai negara peringkat 3 didunia dalam hal ketersediaan pangan.
    Julukan sebagai negeri agraria tidak pantas untuk disandang oleh negeri ini. Dan badan Pangan Dunia UNESCO seharuanya menarik kembali sandang  yang diberikan indonesia dulu.
     

No comments:

Post a Comment