Sunday, 12 February 2017

Beribadah dan Meminta #makna al-fatiha#

Sebagai seorang muslim kita semua tau bahwa kita di ciptakan oleh Allah S..W.T untuk menyembah kepadanya. Arti menyembah disni menurut kiyai yang saya peroleh sewaktu ngaji di pondok bukan dalam artian Allah itu butuh manusia, jika manusia tidak menyembah kepadanya maka Dzat ke-Maha-annya terkurangi. Pengertian menyemba (ibadah) disni adalah sebagai sebagai bentuk ujian Allah kepada Manusia, apakah ia sanggup menjalani perintahnya dan mengingat Rabnya. Ketika ia sudah diciptakan dan diberikan kepadanya lebel mahluk yang sempurna. Artinya jika seandainya manusia tidak menyembah Allah. Allah tetap langgeng, sang Kholiq dan tidak terkurangi sedikitpun sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelumnya. 
Walaupun manusia berlebelkan mahluk yang sempurna karena memiliki 'akal' di dalam diri manusia juga ada "nafsu". Nafsu inilah yang seringkali membawa malapetaka bagi manusia karena nafsu banyak menyebabkan manusia menjadi rakus, tamak, keji, tak bersyukur, selalu kurang dan kurang. Untuk itu perlu benteng yang kuat agar nafsu tidak kita tidak salah jalan. Dan benteng itu kita dapatkan ditengah2 didalam ibadah sholat, puasa, zakat kita. Jadi logikanya semakin banyak kita melakukan ibadah maka semakin kecil celah nafsu jahat yang akan lahir. 
Di dalam Al-Qur'an surat al-fatiha ada ayat yang mengandung makna lugas dan tegas yang menjadi sandaran bahkan peringatan bagi kita semua yakni #iyyaka na'budu wa iyyaka nastainnu# yang artinya kepadamu aku menyembah dan kepadamu meninta. Dari surat tersebut sdh jelas mengandung pengertian jika kita ingin meminta segogyanya ibadah kita di laksanakan terlebih dahulu. Bukan sebaliknya yang justru hanya mengedepankan nafsu sesat kita. Gambaran sederhananya mana mungkin orang akan di berikan upah jika ia belum bekerja. Sekian trimks..

No comments:

Post a Comment