Sebentar lagi di beberapa daerah di Indonesia akan menyelenggarakan perhelatan akbar. Perhelatan tersebut adalah *pesta demokrasi*. Pesta dimana diselenggrakan setiap periode peralihan kepemimpinan dalam rangka memilih pemimpin-pemimpin baru untuk Gubernur, Bupati atau wali kota. Pemilihan serentak tersebut akan di selenggrakan pada tanggal 15 februari akan datang. Sekali lagi rakyat di tuntut untuk cerdas memilih pemimpinnya. Salah memilih berakibat fatal bagi dirinya dan masyarakat secara umum. Pesta Demokrasi juga memberikan makna kepada masyarakat bahwa merelah yang memiliki kedaulatan tertinggi di Republik ini, karena seyogyanya pemimpin hanyalah pelayan untuk melayani rakyat menuju masyarakat yang adil makmur dan sentausa, sementara rakyat adalah bos. Oleh karena itu jika rakyat semata-mata hanya memilih melalui mata, telinga tanpa hati nurani yang bersih tentunya pemimpin yang terpilihpun akan demikian. Hanya melihat di saat rakyat menderita hanya menguping di saat jeritan kelaparan di mana- mana. Untuk itu ketika Rakyat memilih gunakanlah semua indera yang ada. Indera kita yang kelima bahkan yang keenam. Karena nurani kita tidak pernah berbohong dan salah menentukan pilihan.
Disamping itu adanya informasi yang terbuka lebar dan mudah juga dapat di manfaatkan untuk menggali potret perjalanan hidup (Track and record) calon pemimpin yang akan kita pilih. Karena dengan begitu hitam putih tokoh tersebut dapat kita ketahui, apakah ia termasuk golongan Penjahat atau sebaliknya. Rakyat harus melek dan sadar jangan mudah di bohongi kesekian kalinya, jangan mudah terbius oleh janji manis kampanye. Janji kampanye sekedar promosi diri untuk menarik masa dan akan habis masanya ketika sudah terpilih. Mari berbenah diri, bangun-bangun rakyat. Kalianlah yang menentukan 5 tahun kedepan nasib kalian sendiri. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat tidak akan pernah terwujud selama kalian masih menggunakan kelicikan, kepentingan, egoisme, apatisme, akal dan nurani tak sehat dalam menentukan Pemimpin.
No comments:
Post a Comment